GALAU (semester akhir belum magang ataupun kerja)
4.5 tahun kuliah di UT kelas karyawan. Setiap hari sabtu dan minggu. Di semester 1-4 aku tinggal di pesantren. Aku gak tau sama sekali tentang dunia perkuliahan dan dunia kepesantrenan, bener-bener baru karena aku first generation di keluarga mamah aku yang sekolah tinggi, ya udah jalanin aja kaya air yang mengalir. Sempet di semester 2 aku kepikiran buat pindah kuliah, karena aku nggak nyaman kuliah di UT, tapi balik lagi dengan uang yang udah bapak keluarkan akhirnya aku mengurungkan niatku untuk pindah.
Pada semester 5-6 aku merengek gak mau balik lagi ke pesantren karena gak kuat keadaan pesantren yang banyak masalah (harusnya gak lari dari masalah 😞) jadi selama menjalani semester 5-6 aku di rumah. Sempat bekerja di salah satu perusahaan milik pemerintah tapi cuma bentar bertahan selama beberapa bulan aja karena harus praktek ngajar di sekolah. Padahal lagi butuh uang banget buat biaya kuliah aku, oke keluar.
Pada semester 5-6 aku merengek gak mau balik lagi ke pesantren karena gak kuat keadaan pesantren yang banyak masalah (harusnya gak lari dari masalah 😞) jadi selama menjalani semester 5-6 aku di rumah. Sempat bekerja di salah satu perusahaan milik pemerintah tapi cuma bentar bertahan selama beberapa bulan aja karena harus praktek ngajar di sekolah. Padahal lagi butuh uang banget buat biaya kuliah aku, oke keluar.
Semester 7-8 aku balik lagi ke pesantren karena dirumah aku gak ada kerjaan, niatnya mau sambil kerja tapi tak kunjung kerja juga (aku gampang terpengaruh) jadi ya udah kuliah sama pesantren aja.
Semester terakhir, yaitu semeseter 9 lagi-lagi aku ingin keluar dari pesantren setelah wisuda di pesantren. Yah, jadi di rumah lagi deh. Lagi niatnya mau sambil ngajar aja di kampung kan ada sekolah tuh, tapi...
Ada accident yang gak terduga di semester 9 ini. Kabar duka, baru aja kelar idul fitri kakek aku meninggal dunia (serasa kosong aja udah ini hati dan pikiran). Lanjut, selang 4 hari dari kakek meninggal, kabar duka melanda lagi keluarga aku. Adik dari nenek yang kakek aku meninggal ini juga meninggal dunia. Sungguh kejadian yang tidak dapat di prediksi sama sekali, kehendak allah swt. itu bisa datang kapan aja dan pada siapa aja, tidak ada yang tahu.
Belum genap 40 hari kematian kakek ku, sahabatku mengajak ku untuk kerja (aku emang lagi cari kerja) dia ngajak kerja ke jakarta (seneng banget baru denger tempatnya aja) karena aku emang pengen banget kerja di kota, apalagi jakarta kota metropolitan. Seneng? Pastilah, mimpi jadi kenyataan kan. Lanjut, aku kerja tapi..
Aku nggak tahu sama sekali pekerjaan ini seperti apa karena sahabat aku nggak ngejelasin dan perusahaan apa ini, aku ikut aja udah. Eh, tapi alhamdulilahnya bapak aku mengijinkan aku dengan begitu tenangnya, seneng banget.
Awalnya semua berjalan lancar, eh dua minggu berjalan kerja, aku disuruh keluar dari kerjaan aku ini, karena bapak tahu kinerjanya seperti apa (aku dari awal gak bilang gimana kerjaannya, jadi pas dia tau kalau ini di bidang investasi, bapak nyuruh aku buat keluar). Yah, nganggur lagiii...
Padahal niatnya agar aku bisa membiayai kuliah aku sendiri paling enggak sampe wisuda deh, jadi bapak aku gak perlu dagang lagi (kasian udah tua). Tapi, aku masih stay di jakarta berharap aku bisa kerja dengan melamar kerja selagi aku disana, tapi tak kunjung dapat juga. Akhirnya aku pulang karena desakan mamah sama bapak yang khawatir aku di jakarta gak ada tujuan, terlebih karena aku mau mulai masuk kuliah lagi dan uangnya semuanya di bayarin bapak (maaf pak 😞). Tapi,,,
Sesampainya dirumah, aku jatuh sakit (masa tersulit selama ini) sendi kaki, tangan sama pinggang sakit, telapak kaki bengkak. Awalnya aku gak bilang ke mamah dan bapak, tapi setelah dua minggu tak kunjung sembuh dan mamah curiga dengan tingkah laku aku jadinya aku ceritain ke mamah (dia kaget juga sedih) ko bisa aku kena penyakit ini? Notabenenya, penyakit ini suka terjadi pada usia lanjut. Terus, aku berobat ke puskesmas, dokter dan di urut juga tapi tak kunjung sembuh. Sampai akhirnya mamah kasih aku obat sari kulit manggis, dan ajaibnya aku sembuh selang seminggu lebih dari pengonsumsian obat itu, alhamdulilah.
Aku berfikir keras, kenapa aku bisa terserang penyakit ini? Padahal awal mulanya hanya karena kaget pas bangun tidur aja si lutut ini jadi sakit, tapi jadi merembet kesemuanya. Terus aku kepikiran juga kalo selama di jakarta pola hidup aku kurang baik. Aku sering mandi malam, tengah malam (panas kan suasananya) dan makan gak teratur. Mungkin itu, i don't know.
Aku berfikir keras, kenapa aku bisa terserang penyakit ini? Padahal awal mulanya hanya karena kaget pas bangun tidur aja si lutut ini jadi sakit, tapi jadi merembet kesemuanya. Terus aku kepikiran juga kalo selama di jakarta pola hidup aku kurang baik. Aku sering mandi malam, tengah malam (panas kan suasananya) dan makan gak teratur. Mungkin itu, i don't know.
Aku bersyukur selama aku sakit mamah dan bapak selalu sabar merawat aku, terima kasih atas kasih sayangnya (walaupun cara menunjukannya cuek, tapi aku tahu ❤)
Setelah sembuh, aktifitas aku kuliah aja seperti biasa, BOSAN. Aku pengen ngisi kekosongan ku dengan acara-acara yang bermanfaat, tapi jauh dan tak punya uang, hmm...
Akhirnya aku kembali memikirkan kerja. Setelah kuliah aku selesai aku mau apa dan bagaimana? Aku pribadi gak mau jadi guru, walaupun jurusan kuliah aku guru tapi aku gak mau. Aku pengen kerja sesuai passion aku dan berjiwa bebas. Tapi, bapak tetap ingin aku jadi guru (tepok jidat)
Dalam hati "kenapa si kalian gak bisa mengerti dan mendukung semangat, keinginan dan bakat anak kalian? Mau sampai kapan? "
Gak munafik juga, sebagai manusia pasti butuh uang, kita emang harus tawakal tapi tawakal pun harus dengan dibarengi usaha dan kerja keras. Aku tau seorang guru itu punya tugas yang mulia dan mengabdi, tapi aku nggak mau. Apalagi setelah Mendikbud jilid pertama jokowi menyebutkan kalau "gaji guru kecil, syukuri saja, saya yakin guru akan masuk surga" what the hell??? Situ siapa? Emangnya allah swt? Ya ampuuunn, kerjaan jadi guru di indonesia gak dihargai amat si pak. Padahal dengan gaji yang memadai akan membuat guru sejahtera. Katanya butuh SDM yang mumpuni tapi memperlakukan gurunya seperti itu (emosi). Oke, lanjut balik ke cerita awal,
Ada banyak cara selain jd guru bukan bukan?! Bapak aku berpikir an kalau dengan aku jadi guru nanti bisa multitasking dengan punya kerjaan lain (tapi kan butuh modal dan skill juga pak) Emangnya aku pernah ikutan les? Organisasi? Enggak ada (tepok jidat). Terlebih keadaan keluarga kita ini sedang memburuk. Tidakkah bapak merubah pemikiran bapak? Dukunglah anak-anaknya dengan apa yang mereka bisa,sukai dan sesuai passion mereka, tidak maslah menurutku selagi itu positif.
Gak munafik juga, sebagai manusia pasti butuh uang, kita emang harus tawakal tapi tawakal pun harus dengan dibarengi usaha dan kerja keras. Aku tau seorang guru itu punya tugas yang mulia dan mengabdi, tapi aku nggak mau. Apalagi setelah Mendikbud jilid pertama jokowi menyebutkan kalau "gaji guru kecil, syukuri saja, saya yakin guru akan masuk surga" what the hell??? Situ siapa? Emangnya allah swt? Ya ampuuunn, kerjaan jadi guru di indonesia gak dihargai amat si pak. Padahal dengan gaji yang memadai akan membuat guru sejahtera. Katanya butuh SDM yang mumpuni tapi memperlakukan gurunya seperti itu (emosi). Oke, lanjut balik ke cerita awal,
Ada banyak cara selain jd guru bukan bukan?! Bapak aku berpikir an kalau dengan aku jadi guru nanti bisa multitasking dengan punya kerjaan lain (tapi kan butuh modal dan skill juga pak) Emangnya aku pernah ikutan les? Organisasi? Enggak ada (tepok jidat). Terlebih keadaan keluarga kita ini sedang memburuk. Tidakkah bapak merubah pemikiran bapak? Dukunglah anak-anaknya dengan apa yang mereka bisa,sukai dan sesuai passion mereka, tidak maslah menurutku selagi itu positif.
Dan pada akhirnya pun, sampai saat ini aku masih di landa kebimbangan, harus kemana dan bagaimana?
Aku pernah ditawari untuk bekerja di sekolah dasar di dekat rumahku, tapi aku gak mau. Aku punya alasan tersediri, aku punya kenangan buruk tentang kehidupanku kampungku, terlebih dengan kondisi rumah jauh dari mana-mana tidak strategis, sementara anak-anaknya ingin berkembang dengan bersekolah itu sangat sulit. Keluargaku gak punya kendaraan pribadi, ada satu tapi di bawa adikku kerja. Lalu, jenjang pendidikan yang harus di tempuh disini tidak lengkap, semuanya seba jauh baik itu pendidikan, kesehatan, kerja, pasar dan tempat-tempat lainnya yang dapat menunjang berkembangnya hidup ini.
Aku mempunyai pemikiran bahwa "LINGKUNGAN dapat berpengaruh sangat besar tehadap kualitas hidup dan kesuksesan seseorang".
Jadi aku tetap ingin pindah dari sini, tidak ingin lagi ada disini. Tapi, belum juga terwujud, akhirnya...
Jadi aku tetap ingin pindah dari sini, tidak ingin lagi ada disini. Tapi, belum juga terwujud, akhirnya...
Aku jadi punya pemikiran kalau aku pengen punya orang yang bisa membantuku keluar dari permasalahan ini, membawaku ke dunia baru yang dapat mengembangkan diriku dan adik-adikku menjadi lebih baik dalam menjalani hidup ini. Terlebih karena aku anak pertama dan cucu pertama dari keluarga mamahku.
I wish my wish will be come true. Aamiin
Let's make it happend and do something big!
Komentar
Posting Komentar