Secuil Harapan
Gue gak ngerti sama keinginan gue. Apa
sih yang gue pengenin sebenernya di dalam hidup ini?
Yang gue jalanin sekarang ini gak sesuai
sama passion dalam diri gue. Gue pengen ngeberontak, gue pengen mengaplikasikan
kemampuan gue dan membuat suatu karya yang gue buat yang bisa memuaskan gue
terutama. Tapi nggak bisa sama sekali. Karena gue gak punya platfrom yang bisa
mengais keahlian gue dan passion gue ini menjadi nyata. Setiap kali gue liat
ada beberapa orang yang berhasil menggapai passionnya dia, itu bikin gue iri
bangeett. Kenapa gue iri? Karena gue gak bisa kaya mereka. Gue pengen mengikuti
jejak mereka yang udah pada sukses.
Tapi nyatanya gue gak bisa. Hambatan gue
karena gue ansos, gue gak up date, gue gak mau berusaha, gue kudet dan gue
serba gak tau harus kemana dan gimana dengan passion gue.
Banyak orang bilang “ ya udah lo jalaninn
dulu aja jenjang lo yang sekarang kalo lo gak suka jangan khawatir, lama-lama
lo pasti bisa dan suka ko “. Itu menurut gue adalah pernyataan yang bodoh buat
gue terima. Kenapa? karena gue gak bisa kaya gitu. Gue gak akan bisa fokus sama
kerjaan yang gue lakuin kalo gue gak suka. Yang ada nantinya kerjaan yang gue
lakuin itu bakalan gak ada perkembangannya ya gitu-gitu aja kaya air yang
mengalir gak ada ujungnya.
Gue pengen ada keajaiban agar gue bisa
percaya diri, berani, berusaha, dan open minded terhadap orang maupun
lingkungan sekitar yang dijaman sekarang semuanya udah serba maju, teknologi
tuh udah berkembang pesat. Ibaratnya, orang lain tuh udah ke england lah gue
masih aja betah di jawa barat.
Gue juga pengen menjadi orang yang bisa
membanggakan orang tuanya. Tapi gue gak ngerti harus gimana? Please, god.
Tunjukin ke gue gimana dan kemana gue harus memilih jalan agar passion gue ini
tersalurkan.
Gue suka fashion, art, music, dance, film
apalagi bagian prolognya. Gue tuh dominan ke otak kanan bukannya otak kiri. Yang
menjadi panutan dalam dunia fashion saat ini yaitu Rani Hatta. Wah, gue gak
bisa ngomong apa-apa lagi selain bilang “ hebat “ karena emang karyanya
kebat-hebat banget.
Gue sampai saat ini masih menjalankan
kehidupan gue yang penuh drama. Berpura-pura menjadi orang yang menggunakan
otak kirinya. Padahal gak ada secuil pun gue di otak kiri ini. Gue cenderung
ingin berkarya menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi orang lain. Gue pengen
karya gue berwujud bukan sebatas teori aja.
Gue pengen mengekspresikan diri gue
terhadap seni. Keinginan yang masih terbendung ini, kapan akan menjadi
kenyataan?
Komentar
Posting Komentar