Renungan 1
Manusia
hidup di dunia ini karena kehendak sang maha kuasa. Mereka menjalankan
perintah-Nya. Manusia bisa bertahan hidup dengan bersosialisasi dan dengan uang
juga. Hidup itu tidak semudah seperti apa yang ada dalam drama korea, yang
happy ending. Jauh dari kemulusan.
Sebutir
benih di tanam di dalam tanah. Hari demi hari dia disirami oleh air agar benih
itu bisa tumbuh besar. Pada tahap awal dia belum menjadi apa-apa dia masih rapuh dia butuh perlindungan.
Menuju remaja dia mulai membuka lembaran daunnya dia menghirup udara yang
segar, dia melihat terbitnya matahari dan merasakan sinar matahari yang meneranginya. Dia merasakan
kesegaran dari air yang menetes ke dirinya melalui hujan yang turun dari langit
biru. Menuju dewasa ia mulai mengeluarkan bunga yang sangat indah duri yang
tumbuh pada batangnya pun mnejadi pelengkap bagi dirinya . Yang membuat dirinya
menjadi begitu indah hingga seekor seranggapun manghampirinya dan menghirup
aroma wanginya . dia tersipu malu dan menjaga jarak agar tidak menimbulkan
hal-hal negatif. Dia menjadi kebanggaan semua tumbuhan, dia indah, dia cantik
dan itu sempurna. Dewasa in, dia mulai risau dia kehilangan arah hidupnya dia memikirkan dirinya . akan menjadi apa aku
nanti? Dia berusaha sekuat tenaga agar menjadi yang terbaik dan akhirnya dia
berhasil. Kini dia ada yang memiliki dia di bawa dan dijadikan benda berharga
bagi orang yang memilikinya. Tapi, itu tidak lama karena kini ia mulai layu, ia
tidak segar lagi seperti dulu. Lalu ia dicampakkan hingga sampai saatnya ia tiada dan kembali ke tanah.
***
Kita dilahirkan oleh seorang ibu. Dari bayi , balita, anak-anak, remaja,
dewasa, tua, hingga lanjut usia dan akhirnya tiada. Siklus itu yang terjadi pada manusia.
Sewaktu bayi kita masih suci, masih tidak tahu apa-apa tentang dunia ini.
Balita, tahap dimana kita mengenali lingkungan sekitar dan belajar hal-hal yang
dasar seperti berucap kata “mama”. Anak-anak mereka yang asyik bermain dan mempunyai
banyak teman baru juga lingkungan baru, tak perlu memikirkan kebisingan di luar
kehendaknya. Remaja, ialah fase yang
sulit karena fase ini mencari jati diri. Fase yang tak karuan dan sulit untuk
diatur. Dewasa, ini sulit, bingung, dan khawatir tapi harus optimis dan
berfikir positif. Fase dimana semuanya sangat ditentukan dan akan menentukan
masa depan kelak di hari tua. Menabung dan berkembang sesuai dengan dirinya.
Mencari kepastian dan pasangan hidup. Tua, beban dan tanggung jawab bagi anak
asuhan mereka. Menjadi panutan dan jangan sampai salah langkah dalam mendidik.
Lanjut usia, hanya kepada-Nyalah dia berserah diri hingga maut menjemput.
Menyesal
itu ada di akhir. Berjuanglah untuk masa depan mu di tahap dewasa mu ini.
Jangan sia-sia kan masa keemasan mu. Manfaatkanlah dan ingatlah orang tua mu.
Dia membutuhkan mu di hari tua nanti. Tapi lagi-lagi itu semua adalah apa yang
ada dalam fikiran geu, gak pernah sekali pun gue ngerasa udah kaya gitu, yang
udah geu lakuin Cuma nyusahin orang tua dan teman-teman sekitar gue. Gue juga
pengen kehidupan yang sempurna yang tak harus menyusahkan lagi orang-orang.
Keberanian
geu tersangkut dalam ketakutan. Gue butuh yang namanya dorongan yang kuat dan
teman yang selalu mendukung. Mungkin gue emang egois. Pada awalnya gue marah
kenapa gue kayak gini. Tapi, kenapa juga harus marah. Gue Cuma berbeda dari
orang lain. Dan yang harus gue lakuin sekarang
yaitu berubah, berubah menjadi yang lebih baik lagi.
Anak muda itu sukanya
di puji, bukan di ceramahi.
Anak muda itu sukanya
di kasih semangat, bukan di banding-bandingkan.
Anak muda itu sukanya
di kasih sayang, bukan di kucilkan.
Komentar
Posting Komentar