DIA

Cianjur, 22 Oktober 2017
Sore hari menjelang magrib
Dear,

Thank’s god. Engkau mengabulkan permintaan ku yang sudah sekian lama aku impikan. Walaupun hanya sesaat. Hari ini aku bertemu dengannya.

Telah lama aku berharap untuk bertemu dengannya setelah sekian lama tidak tahu kabar satu sama lain.

Dulu aku berpendapat bahwa, jika aku bertemu dengannya nanti, aku pasti akan bahagia dengan keadaannya saat ini. Keadaan dia yang sudah memiliki pasangan dan sukses lahir batin. Tapi, ternyata tidak sama sekali. It’s fail. I’m broke.

Hatiku kembali sakit, tapi ini lebih sakit. Aku memang sudah menerima kenyataan bahwa dia sudah menjadi milik orang lain untuk selamanya. Tapi, ternyata hati ku  berkata tidak. Hatiku menolak untuk tersenyum ketika aku bertemu dengannya/melihatnya dengan sesaat. Tubuhku lemas, tangan dan kaki ku pun sedingin es dan juga bergemetar, air mataku yang ku tahan sudah tak bisa ku bendung lagi. 
Air mata ini menetes dengan sendirinya, air mata ini seolah mengatakan kalau aku tak sanggup hidup tanpanya. Bahkan hingga waktu sholat magrib tiba pun, air mata ini tak terbendung sama sekali. Dia menetes detik demi detik mengiringi sholat ku. Ku selipkan dalam do’a ku yang entah dia dengar atau tidak. Ku teriakan dalam hati ku bahwa aku sakit hati ketika melihatmu, aku mengadu kepada-Nya aku tidak bisa melihatnya dengan tersenyum bahagia.

Aku bertanya dan bertanya
“ aku harus bagaimana? ”
“ aku tak punya semangat lagi, aku harus bagaimana? ”
“ aku kehilangan arah, aku harus kemana? ”
“ aku menyesal, tolong aku!  “
“ aku ingin memutar balikan waktu “
“ aku ingin dia... “

Jujur, dari semenjak dia menyatakan suka terhadap ku, menembak ku hingga berkali-kali. Aku ingin sekali menjawanya dengan “ aku juga suka padamu “ “ aku ingin jadi pacar mu “. Tapi aku tak berani, aku takut, aku sangat takut kalau suatu ketika dia akan meninggalkan aku. Aku selalu berkata padanya untuk bersahabat saja. Bukannya aku tidak ingin dengan dia tapi aku tidak ingin kalau pacaran nantinya ada kata perpisahan. Dan perpisahan itulah yang aku tidak ingin. Karena aku ingin selalu ada di dekatnya.

Aku tidak percaya diri dengan fisikku. Aku minder terhadap wanita lainnya, aku takut dia menjadi bahan ejekan karena aku oleh teman-temannya. Tapi, kalau difikir lagi, jika dia suka sama aku berarti dia juga menerima keadaan ku yang sebenarnya. Sayangnya, aku tidak berfikir sejauh itu waktu itu. Aku terlalu mendahulukan “gengsi dan malu “ aku tidak percaya diri dan tidak memberanikan diri.

Aku berangan – angan
“ aku ingin ada di dekat mu ketika kamu sakit “
“ aku ingin menemani mu ketika kau main bola “
“ aku ingin merawat mu ketika kau babak belur setelah bermain boxing “
“ aku ingin membantu mu mengerjakan PR sekolah mu “
“ aku ingin melihat mu dari dekat... “

Tapi, sebenarnya sejak aku dan dengannya dekat dulu dan sejak aku tahu dia suka sama aku aku tidak pernah menyuruhnya untuk tidak menyukaiku atau mencintaiku justru aku senang. Tapi, bukan kah aku tidak pernah sama sekali mengatakan bahwa “ aku tidak suka dengan mu “ justru walaupun aku tidak mau ada hubungan tetapi aku selalu membalas dan mengangkat telpon dia ketika dia menghubungi ku yang tidak pernah aku lakukan pada pria lain. Karena jika itu pria lain maka aku tidak akan menanggapinya lebih jauh. Tapi, berbeda dengan dia walaupun aku takut dan tidak pernah bertemu dengan dia dengan sengaja, aku selalu ada untuk dia walaupun tidak setiap menit setiap jam. Bahkan, di hati ku ataupun di dalam do’aku selalu ku ingat dia. Anehnya, setiap aku sedih dan sedang terpuruk selain allah swt. Orang yang kedua yang selalu aku ingat dan meminta pertolongan adalah Dia bukan orang tua ku sekali pun.

Yang membuatku kaget adalah keputusan dia yang menikah di usia muda. Tidak pernah terpikirkan oleh ku dia akan membuat keputusan itu. Beberapa hari sebelum dia bertunangan aku menghubunginya dan meminta maaf atas semua kesalahan yang telah aku perbuat. Tapi respon dia tidak seperti biasanya. Dia seolah-olah tidak mengenalku. Dia seperti orang yang baru mngenalku. Mungkin karena dia tidak ingin goyah sebelum pertunangannya. Selang beberapa hari aku mengirimkan sms itu dia bertunangan dengan wanita itu. Saat itu keadaan ku sedang tidak enak badan, dan ketika mendengar kabar itu tubuh ku makin drop. Setelah itu aku masih berharap untuk bisa bertemu dengan dia. Aku berdo’a kepada allah swt. Untuk bisa bertemu dengan dia.

Tapi bahkan sampai hari H pernikahan dia pun aku tidak bisa bertemu dengan dia dan dia pun tidak mengundang ku. Aku drop, aku melamun, aku tidak semangat selama tiga hari. Makan pun tidak teratur, fikiran ku kacau. Bahkan teman  ku yang sedang punya acara seharusnya aku memberikannya semangat. Tapi, aku pun tidak bersemangat. Selama tiga hari aku lewati dengan tiada arah yang pasti. Hilang sudah semua harapan ku, tidak ada kesempatan kedua. Aku hanya harus ikhlas dan berbahagia atas kebahagiaannya. Bakhan sampai dia mempunyai anak pun aku turut berbahagia.
Semangat, sadarlah bahwa semuanya sudah berubah. Itu adalah kenyataan yang harus aku ambil dan hadapi. Berbuat sebaik mungkin terhadap kehidupan ku. Cukup simpan dia dalam hatiku saja mulai dari sekarang...

***
“ Selalu tidak punya kesempatan untuk dapat jujur pada orang lain. Semua itu akan membuat kesepian. “
-Cheese in the Trap

“ Apa salah untuk mengakui kepada sesorang yang tidak bisa dengan mu? Sebuah kata perpisahan yang tepat sama tulusnya seperti cinta. Siapa yang tahu kalau kenangan tentang perasaan dicintai bisa memberikan kekuatan untuk melanjutkan hidup “
-Moonlight Clouds by Drawn



Satu yang Tak Bisa Lepas – Reza Artamevia
Ku simpan masa demi masa
Tak mudah tuk terlupa
Saat kau masih disisi
Hingga saat kau dengannya
Kadang ku menangis
 * ]Tataplah diriku disini
Masih seperti dahulu
Ku ingin kau pun kembali
Tuk bersama ku lagi
Aku pun mengerti
 Reff ]Satu yang tak bisa lepas, percayalah
Hanya kau yang mampu mencuri hatiku
Aku pun tak mengerti
Satu yang tak bisa lepas
Bawalah kembali jiwa yang luka
Dan perasaan yang lemah ini
Menyentuh sang diriku
Back to * and Reff ]
Meski hatiku pun mengerti
Masih ada satu asa
Ku coba tuk melawan
Tak punya hasrat hati

Back to Reff ]

Komentar

Postingan Populer